BLOG TRAVELLER

SELAMAT DATANG DI BLOG MAS KOMARI

Sunday, 15 March 2015

Benteng Van den Bosch Ngawi




Benteng Van den Bosch
Pintu Gerbang Benteng Van den Bosch


Benteng Van den Bosch merupakan bangunan peninggalan sejarah jaman Belanda yang berada di Ngawi Kota tepatnya di Kecamatan Ngawi, Kelurahan Pelem. namun masyarakat sekitar biasa menyebutnya Benteng Pendem karen letaknya lebih rendah dari permukaan tanah. Lokasi Benteng Pendem juga sangat strategis tidak jauh dari pusat kota. Jika dari Alun - alun Kota Ngawi ke utara sekitar 500 m dan setelah ada perempatan belok kanan hingga ketemu persimpangan. Di situ sudah sampai di pintu masuk Benteng Pendem. Namun bagi sobat traveller yang dari luar kota akan sedikit bingung jika tidak bertanya kepada warga lokal karena tidak ada petunjuk jalan untuk menuju Benteng Pendem.

Untuk masuk ke dalam Benteng Pendem sobat traveller tidak mahal, hanya dikenakan tarif Rp. 5000/orang dan RP. 1000 untuk parkir kendaraan bermotor. 

Di dalam Benteng ini masih bisa dijumpai bangunan - bangunan kuno peninggalan Belanda. Bangunan - bangunan tersebut banyak dimanfaatkan oleh beberapa fotografer untuk preeweding atau hanya mengambil gambar bangunan kuno tersebut. seperti yang saya jumpai beberapa waktu lalu banya fotografer - fotografer mengambil gambar di sana. Selain itu banyak anak - anak muda yang berkunjung ke sini hanya sekedar untuk foto - foto saja. 

Selain itu juga terdapat sebuah makam yang berada di dalam Benteng Pendem. Menurut informasi, makam tersebut adalah makam K.H. Muhammad Nursalim. Beliau adalah salah satu tokoh penyebar agama Islam pertama kali yang menyebarkan agama Islam di wilayah Ngawi. Beliau juga merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang pernah ditangkap Belanda dan dibawa ke Benteng Pendem. Beliau meninggal di Benteng Pendem dengan cara dikubur hidup karena beliau mempunyai kekuatan yang tidak mempan ditembak.
Makam KH Muhammad Nursalim
Makam KH Muhammad Nursalim

Benteng Pendem dibangun pada tahun 1839 oleh Pemerintahan Belanda dan diselesaikan pada tahun 1845. Benteng tersebut digunakan untuk mempertahankan Kota Ngawi sebagai jalur perdagangan. Karena pada saat itu perlawanan para pejuang berkobar di daerah untuk melawan Belanda.
Bangunan Benteng Van den Bosch
Bangunan di Benteng Benteng Van den Bosch


Meskipun bangunan Benteng tersebut sudah tua dan berusia ratusan tahun, namun masih terlihat kokoh dan kuat. Semoga para generasi muda bisa belajar sejarah tentang perjuangan para pejuang terdahulu dan tetap bisa merawat kebersihan benteng Pendem khususnya dari Vandalisme yang biasa dilakukan oleh remaja muda.

2 comments:

Ilham Yoga said...

Belum pernah kesini >_< .. kayanya asik buat hunting foto nih tempat :3

Mas Komari said...

iyaa bro Ilham,.,., pas banget buat foto2 apalgi foto preeweed ;-)